Langsung ke konten utama

Hei Pita Merah, Kau Menggoda

terjebak dan terpukau

terkadang dua kata itu sering mendukung

untuk saling menjatuhkan

bahkan engkau yang di sana merasa rapuh

akan mudah dirapuhkan oleh muka dua

terkadang yang buruk sering tersamarkan

oleh manisnya rayuan,


jangan mudah termakan rayuan si mulut buaya

stop akan pembunuhan moral!

sudah terlalu banyak darah-darah tak berdosa bercucuran

tergantikan oleh kenistaan dengan harga mati

ingatlah wahai anak manusia !

mati sebelum berarti itu sia-sia


tergodalah pada si peta merah, yang akan membawamu

sebagai pribadi yang peduli akan menjaga, merawat dan menghargai diri sendiri

ajarilah dirimu untuk dewasa

jangan seperti anak kecil yang ketika melihat pesawat terbang,

kau pun mengayunkan tanganmu melambai ke atas

ayunkan tanganmu untuk sebuah kepedulian

satu tekad dalam sebuah asa

untuk keselamatan bangsa ini




Komentar

Postingan populer dari blog ini

RENJANA

Paras dan hatimu adalah cantik yang tak pernah usai Pancaran sinar dari bola matamu Isyarat adiratna engkau sandang Gambaran sejati dari sosok tangguh nan terhormat Dicipta Tuhan untuk melengkapi Adam Sebagai separuh dari agamanya           Panorama dalam lukisan dunia           Adiluhung dan bermartabat           Bukan tahta, Namun pada baktimu untuk Illahi Simbol keluhuran hati Keperkasaan jiwa Meruntuhkan ego dan membentuk kedamaian Siapa yang menaruh benci, katakan kepadaku Mereka hanya tak mengenalmu Sebatas melihat dan mendengar Engkau berhak lari dari belenggu Kejar apa yang kau sebut adil Di atas rehal ku menunggu Tuhan kabulkan pintamu

Sebuah Kado Indah di bulan Februari (dalam rangka memenuhi undangan pembaca Maharani)

Rasa syukur yang pertama ingin saya haturkan kepada sang Maha kasih yaitu Allah SWT, karena berkat kemurahan hati-Nya saya diizinkan untuk bisa mengenal walau tak pernah sekalipun bertatap muka langsung dengan penulisnya, yang ilmunya hanya bisa saya ambil disetiap lembar bait-baitnya, yang tersimpan berjuta hikmah dari sosok Azhar Nurun Ala.  Karya kak Azhar yang pertama kali saya baca adalah Tuhan Maha Romantis, sejalan dengan judulnya, beliau begitu romantis menyusun setiap kata per kata yang berhasil membius mata dan hati saya untuk tidak pernah berhenti memuji kepiawaianya dalam menulis. Dan karya kedua yang saya dapatkan kali ini adalah Mahar untuk Maharani , sama halnya dengan Tuhan Maha Romantis , ketika pertama kali mendengar kabar bahwa kak Azhar akan merilis buku bertemakan tentang pernikahan, saya langsung berniat untuk mengumpulkan sedikit uang saku saya untuk kembali mengoleksi karya terbaru beliau. Berbeda dengan Tuhan Maha Romantis , di serial terbaru k...

Idola Baru Saya :-)

Abdurrahman Farih, dikenal di negaranya (Aljazair) sebagai anak mukjizat. Video ini direkam ketika wawancara dengan surat kabar harian al Syuruq. Ayahnya menceritakan bahwa Abdurrahman baru bisa berbicara ketika berumur 2 tahun, dan kata-kata pertama yang keluar dari mulutnya adalah bacaan surat al Kahfi. Sebagaimana seperti yang diceritakan ayahnya, ibu Abdurahman sering membaca surat Al-Kahfi ketika Abdurahman masih dalam kandungan. Selain itu, orangtua Abdurrahman juga sering memperdengarkan Al Affasy Channel (saluran televisi yang menyiarkan bacaan Al-Quran), bahkan ketika orangtuanya ingin merubah channel tersebut, si kecil Abdurrahman sering menolak. Hingga kini pada umur 3 tahun Abdurarhman sudah menghapal surat-surat panjang al Quran tanpa salah dalam bacaannya, bahkan dalam bacaan mad (panjang pendek bacaan). Suaranya yang begitu lucu, polah tingkahnya yang polos .. menyebabkan saya mengagumi si lucu 3 tahun ini. Subahanallah.. Semoga dapat menjadi pelajaran bagi...